Shares

Di banyak perusahaan manufaktur, proses input sales order sering menjadi bottleneck yang dampaknya langsung terasa ke lead time, akurasi pengiriman, dan cashflow. Order datang dari berbagai kanal dan format, lalu tim administrasi memindahkan data ke sistem secara manual. Konsekuensinya jelas: antrean input, biaya proses meningkat, human error terjadi, dan fulfillment melambat.

Epicor ECM Sales Order Automation dirancang untuk menghilangkan pekerjaan repetitif tersebut melalui otomasi end-to-end. Solusi ini membantu menangkap data order dari dokumen, melakukan validasi terhadap Epicor ERP, lalu memproses order dengan mekanisme exception handling yang transparan. Dengan pendekatan ini, tim Anda fokus pada kontrol dan keputusan, bukan kerja ketik.

Bagi Kano (KANO) sebagai konsultan Epicor Indonesia, otomasi sales order entry adalah quick win yang paling realistis untuk meningkatkan produktivitas tanpa perlu menambah headcount.


Kenapa Sales Order Entry Sering Menggerus Profit

Ada tiga pain point yang paling umum.

Pertama, input manual memakan waktu dan tidak scalable. Saat volume order meningkat, beban kerja administratif biasanya naik linear, sementara kualitas dan kecepatan sulit dipertahankan.

Kedua, format dokumen order bervariasi. Order bisa datang dalam bentuk PDF, Excel, Word, email attachment, atau hasil scan. Variasi ini membuat proses input manual makin rentan salah.

Ketiga, validasi data sering terlambat. Ketika customer, part number, referensi PO/quote, price, atau credit status tidak tervalidasi sejak awal, masalahnya muncul belakangan dalam bentuk backorder, dispute invoice, retur, dan keterlambatan pengiriman.


Cara Kerja Epicor ECM Sales Order Automation

Epicor ECM Sales Order Automation bekerja dengan prinsip sederhana namun kuat: tangkap data, validasi, lalu proses.

Pada tahap tangkap data, sistem mengekstrak informasi dari dokumen order menggunakan intelligent capture. Data penting seperti identitas customer, tanggal order, dan detail line item dapat ditarik otomatis, lalu dokumen diindeks agar mudah ditelusuri dan diaudit.

Pada tahap validasi, data yang ditangkap dicek ke Epicor ERP untuk memastikan konsistensi dan kelayakan transaksi. Validasi umumnya meliputi customer, part number, referensi PO/quote, kelengkapan field, serta pemeriksaan yang berkaitan dengan kontrol bisnis seperti credit check. Jika ada data yang tidak sesuai, sistem membuat exception dan merutekannya ke PIC yang tepat.

Pada tahap proses, order yang lolos validasi dapat diteruskan ke alur pemrosesan berikutnya secara lebih cepat dan terkontrol. Order yang memiliki exception tetap bisa diproses dengan mekanisme review dan approval yang rapi, sehingga tidak mengorbankan governance.


Dampak Bisnis yang Bisa Anda Targetkan

Otomasi sales order entry biasanya memberikan dampak cepat karena menyentuh proses berfrekuensi tinggi.

Perusahaan umumnya melihat penurunan biaya proses per transaksi karena pekerjaan re-keying berkurang signifikan. Kecepatan input order meningkat sehingga order lebih cepat masuk pipeline eksekusi. Tingkat kesalahan turun karena validasi ke Epicor ERP dilakukan sejak awal. Akuntabilitas meningkat karena exception memiliki owner, status, dan jejak audit yang jelas. Secara operasional, ini mempercepat fulfillment dan membantu menjaga service level ke pelanggan.

Jika organisasi Anda sedang bertumbuh atau sedang dikejar SLA pelanggan, solusi ini memberikan leverage yang nyata dengan risiko implementasi yang relatif terukur.


Kapan Solusi Ini Paling Ideal

Epicor ECM Sales Order Automation paling tepat diprioritaskan bila order masuk dari banyak channel dan format, volume order tinggi dengan tim admin terbatas, sering terjadi dispute akibat kesalahan input, dan Anda menargetkan perbaikan order cycle time serta customer experience. Ini juga relevan untuk organisasi yang ingin memperkuat kontrol proses, namun tetap pragmatis terhadap kapasitas key user.


Pendekatan Kano untuk Implementasi yang Aman dan Terukur

Agar hasilnya optimal, Kano biasanya menjalankan implementasi bertahap.

Tahap awal dimulai dengan diagnostic singkat untuk memetakan alur order masuk dan jenis exception yang paling sering terjadi. Berikutnya, Kano menyiapkan template ekstraksi dan rule capture sesuai variasi dokumen yang ada. Setelah itu dilakukan integrasi dan definisi aturan validasi ke Epicor ERP, dilanjutkan desain workflow exception handling yang jelas, termasuk SLA internal dan audit trail.

Untuk memastikan adoption berjalan, kami menyarankan pilot pada tipe dokumen tertentu atau customer dengan volume tertinggi, lalu scale-up setelah stabil. Prinsipnya tegas: otomasi harus memperkuat kontrol dan mempercepat proses, bukan menciptakan kompleksitas baru.

Jika Anda menggunakan Epicor ERP dan ingin mengurangi beban manual di order management, Epicor ECM Sales Order Automation adalah langkah yang paling masuk akal untuk meningkatkan kecepatan, akurasi, dan kontrol proses secara simultan.

Shares